Tampak terlihat oleh pantauan wartawan media ini, beberapa drum kosong di dalam mobil terbuka yang sedang diisi oknum pegawai SPBU dan ada juga ada yang menggunakan tosa menggunakan banyak jerigen dan diduga kegiatan tersebut dilakukan setiap hari. Oknum tersebut mengeluarkan BBM jenis solar bersubsidi kepada masyarakat yang sudah dikenalnya seperti seseorang yang berinisial SU. Dalam sehari SU diduga bisa beberapa kali mengambil solar tersebut dengan menggerakan teman - temannya secara bergantian untuk menguras solar bersubsidi SPBU di tuban.
Awak media memantau langsung dan menemukan adanya kegiatan pengambilan BBM jenis solar bersubsidi tersebut, dengan menggunakan mobil terbuka membawa drum dan ada yang menggunakan kendaraan tossa.
Hal tersebut cukup meresahkan dan sangat merugikan masyarakat lain, seharusnya masyarakat kecil menikmati BBM yang bersubsidi. Pihak SPBU sepertinya sudah biasa melakukan pengecoran solar, tampak oknum pegawai SPBU dengan tenang melayani sopir - sopir tersebut.
Melihat hal itu, awak media langsung menghampiri dan mengambil foto kegiatan pengecoran solar bersubsidi tersebut, ternyata adanya pengambilan solar bersubsidi di SPBU NO 5462315 di rengel tuban 08/08/2022 seperti yang diceritakan narasumber.
Kesannya para mafia solar bersubsidi di SPBU rengel tuban jawa timur, mungkin diduga merasa adanya yang menbekingi, menjaga dan melindungi para pemain solar bersubsidi tersebut. Kini masyarakat pertanyaan, PT PERTAMINA Persero dan para penegak hukum tidak menindak oknum pegawai SPBU bemain solar bersubsidi yang tiap hari mengambili solar di SPBU dengan tenangnya?
Sedangkan untuk kalangan masyarakat menengah kebawah tidak bisa menikmati BBM bersubsidi, selalu dijawab pegawai SPBU tidak ada BBM solar bersubsidi di karenakan pasokan selalu sudah habis di SPBU dan atau pasokan dalam perjalanan.
Apakah Pemerintah dan Pertamina tidak di rugikan oleh oknum - oknum pemain solar bersubsidi, dan apa yang menjadi imbasnya ke kalangan masyarakat menengah kebawah yang akhirnya tidak bisa menikmati adanya solar bersubsidi di karenakan selalu habis di SPBU tersebut.
Apakah pihak pertamina dan aparat penegak hukum tidak berani menindak para oknum pemain solar bersubsidi apa di karenakan ada dugaan backup (backing) para oknum, lalu dimana kah untuk keadilan masyarakan kebawah yang menginginkan adanya BBM bersubsidi yang bisa menikmati untuk kebutuhan tiap hari tetapi malah yang bisa menikmati si para pemain solar (red).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.